REALITAS.CO.ID – Kegiatan Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Advokasi Penguatan Kabuapten Layak Anak Bagi Gugus Tugas se Kabupaten Gorontalo yang dilaksanakan di Cafe & Resto “D” QTA AJA”, di jln Bali, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, tuai kritikan.
Kepada media ini, Reflin Liputo selaku aktivis dan LSM LPGo Provinsi Gorontalo, menilai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gorontalo hanya memboroskan anggaran.
“Saya tidak melarang Dinas P3A untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi atau bimtek, tapi seharusnya Kadis P3A melaksanakan kegiatan tersebut di wilayah Kabupaten Gorontalo,” ujar Reflin.
“Apa sudah tidak ada lagi tempat yang serupa di Kabupaten Gorontalo, masih banyak lokasi yang memadai untuk dibuat kegiatan diwilayah ini,” lanjutnya.
Reflin mengatakan Kadis P3A Kabupaten Gorontalo seolah tidak peduli dengan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Gorontalo, bahkan Reflin menuding, pejabat seperti ini akan memiskinkan daerah.
“Bikin kegiatan diwilayah orang, ya tentunya pemasukan PAD meningkat bagi wilayah tersebut, sementara Kabupaten Gorontalo tidak mendapatkan apapun. Pejabat seperti Kadis P3A ini akan memiskinkan pelaku UMKM wilayah di Kabupaten Gorontalo. Uang dari Kabupaten Gorontalo hanya masuk ke wilayah orang,” kata Reflin.
Sementara itu, Kadis P3A Kabupaten Gorontalo, Zescamelya Uno ketika dihubungi, perihal kegiatan yang dilakukan diluar Kabupaten Gorontalo, dirinya mengatakan tidak bisa mendengar apa yang disampaikan awak media, Kadis Zescamelya Uno mengaku masih berada di Masjid.
“Tidak mo dapa dengar, masih di Masjid ada ceramah,” katanya.
Awak media pun mempertegas lagi kepada Kadis Zescamelya Uno, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Dinas P3A Kabupaten Gorontalo, di Wilayah Kota Gorontalo ada kritikan dari aktivis.
Kadis Zescamelya Uno hanya menjawab singkat “Iya, nanti sebentar saja pak, ok sudah,” singkatnya dan lansung mematikan telfonya.


















